You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Pemukiman Warga di Kedoya Selatan Tergenang
photo Folmer - Beritajakarta.id

Permukiman Warga di Kedoya Selatan Tergenang

Kali Pesanggrahan yang melintas di wilayah Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu  (25/5) sore meluap.

Mulai naik dari sore dan baru turun sedikit hingga malam ini. Air banjir kiriman dari Bogor yang masuk ke Kali Pesanggarahan

Luapan air Kali Pesanggarahan hingga saat ini masih mengenangi ruas jalan dan permukiman warga di Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk.

Sebagian  pengendara motor dan mobil ada juga yang nekat menerobos dan terjebak mogok di tengah genangan.

Lahan Kosong di Pesing Koneng Terbakar

Johan (45), warga RT 08/04 Kedoya Selatan mengatakan, air Kali Pesanggrahan mulai naik sekitar pukul 15.00. Ketinggian air antara 30 hingga 50 sentimeter (cm).

"Mulai naik dari sore dan baru turun sedikit hingga malam ini. Air banjir kiriman dari Bogor yang masuk ke Kali Pesanggarahan," ujarnya, Rabu (25/5).

Sementara it, Kepala Seksi Sudin Tata Air Kecamatan Kebon Jeruk, Rudito menjelaskan Kali Pesanggrahan meluap akibat banjir kiriman dari Bogor.

Sejumlah permukiman warga yang terdampak banjir yakni di Jalan I RT 08/01 Kelurahan Kebon Jeruk atau persisnya di gedung SMK Triyoga. Ketinggian air mencapai 50 centimeter karena posisinya cekung.

"Pemukiman warga di RT 10 RW 05 Kelurahan Kedoya Selatan juga tergenang hingga mencapai ketinggian 30 centimeter," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye12497 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1381 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1369 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1320 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye1027 personBudhi Firmansyah Surapati